LAYANAN TRANSPORTASI ONLINE
Dewasa ini teknologi informasi perkembang dengan sangat cepat. Majunya teknologi sekarang ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan tingginya aksesibitas serta mobilitas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di abad ke-21. Salah satu hasil dari kebutuhan akan teknologi tersebut adalalah penyediaan sarana transportasi berbasis online. Transportasi merupakan urat nadi aktivitas manusia yang akan menjalankan kegiatannya masing-masing oleh karena itu penyediaan layanan transportasi online menjadi hal yang akan mempermudah akses terhadap transportasi. Transportasi online berdiri sejak tahun 2011, namun transportasi online mulai berkembang pada tahun 2015 yang merupakan start-up dan pioneer bagi transportasi online yang lain.. Berikut beberapa penyedia layanan tranportasi berbasis online:
1. Gojek
Aplikasi Go-Jek merupakan aplikasi yang sudah dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat di Indonesia terutama masyarakat perkotaan yang membutuhkan aksesibilitas yang tinggi.Aplikasi Go-Jek yang merupakan nama dari aplikasinya yaitu Gojek Online merupakan pioneer dalam aplikasi penyedia jasa layanan transportasi online di Indonesia. Aplikasi Go-Jek sudah kompatible untuk seluruh jenis perangkat smartphone saat ini mulai dari iOS, Windows phone, dan juga Android. Pada aplikasi Go-Jek, terdapat beberapa layanan jasa yang dapat digunakan oleh masyarakat seperti Go-Ride yaitu gojek online, Go-Food yaitu layanan pesan-antar (delivery) makanan ke konsumen, Go-Send yaitu layanan pengantaran barang via pengendara Go-Jek, Go-Box yaitu layanan pengiriman barang berbasis container(box). Dengan adanya aplikasi Go-Jek, Masyarakat lebih terbantu dalam hal transportasi karena penggunaan Go-Jek yang sangat sederhana cukup memesan dari smartphone dan dapat mengantarkan kita ke tempat tujuan. Layanan Go-Jek dapat dinikmati di berbagai kota yang tersebar di Indonesia dan kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Jogja, Medan, Makasar, dan Malang.
2. Grab
Aplikasi Grab juga merupakan sebuah perusahaan yang memberikan layanan jasa transportasi berbasis online. Aplikasi ini merupakan keluaran dari perusahaan yang berasal dari Malaisya yang dikenal dengan nama GrabTaxi. Aplikasi ini juga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat bukan hanya cara pemesanannya tetapi juga tarifnya. Namun, saat ini di jakarta layanan jasa transportasi online ini hanya tersedia Grab bike. Sistem pemesanan jasa transportasi dari Grabbike ini memang tidak jauh berbeda dengan aplikasi Go-Jek. Dan, aplikasi ini juga sudah tersedia untuk beberapa perangkat smartphone saat ini yaitu Android, iOS, serta Windows Phone.
3. Uber
Aplikasi ini merupakan aplikasi yang berasal dari Amerika Serikat, Uber hadir di Indonesia pada tahun 2014, Tetapi sepertinya kehadiran aplikasi ini tidak terlalu disukai di tanah air. Pasalnya, aplikasi ini memang tidak terkontrol dengan baik dari pusatnya. Para pengguna dan pelaku jasa bebas mendownload aplikasinya, kemudian menggunakannya. Pelaku jasa seperti pemilik kendaraan bahkan bebas menggunakan kendaraan apapun, yang bahkan ada yang tidak sesuai dengan perundang-undangan jasa transportasi di tanah air. Aplikasi ini juga bisa Anda download pada perangkat gadget Android, iOS, atau pun Windows Phone.
Persaingan antara ketiga startup tersebut semakin sengit pada tahun 2016, GrabTaxi mengubah namanya menjadi Grab dan ketika Go-Jek meluncurkan Go-Food, grab pun ikut meluncurkan aplikasi serupa yang bernama GrabFood. Ketika go-jek membuat fitur Go-pay, Grab pun meluncurkan fitur serupa yaitu GrabPay Credits.
Go-jek, Uber, Grab terus menerus mempertahankan persaingannya sampai sekarang. tetapi berbeda dengan pesaing yang lain, Go-jek mengeluarkan banyak fitur seperti Go-Massage, Go-pulsa, Go-Clean, Go-Med, Go-auto, dan lain sebagainya.
Keberadaan penyedia transportasi online memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Tarif yang digunakan transportasi online lebih rendah dari tarif bawah tranposrtasi umum berplat kuning sehingga harga transportasi online menjadi murah. Hal tersebut di satu sisi membuat masyarakat beralih ke transportasi online. Namun, di sisi lain, pengemudi layanan umum plat-kuning merasa tertekan dengan adanya kehadiran layanan transportasi online yang mengalihakan mayoritas pengumpang mereka.Hal ini mengakibatkan pendapatan pengemudi tranpsortasi plat kuning menjadi menurun drastis. Selain itu terdapat masalah admistrasi yang dialami oleh beberapa penyedia layanan transportasi online. Salah satunya adalah beberapa layanan transportasi online yaitu Grab dan Uber menanggalkan kewajibnya untuk membayar pajak dan belum memiliki izin usaha sehingga secara administratif hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran.
Masing-masing perusahaan ojek dan taksi online di Indonesia menetapkan tarifnya berdasarkan hitungan harga tertentu per kilometer. Namun, perusahaan biasanya juga memberi harga promo untuk berapa kilometer pertama. Promo itu yang banyak dimanfaatkan warga, terutama untuk layanan ojek online. Harga transportasi online sudah ditentukan sebelum pengguna memesan layanan ini, jadi para pengguna sudah mengetahui harga pastinya, berbeda dengan ojek biasa, ojek biasa tidak menentukan harga pastinya dan bisa saja tukang ojek meninggikan harga sesuai dengan kehendaknya. Namun di sisi lain, transportasi online juga terjadi kenaikan harga pada saat permintaan tinggi, dan kenaikan harga itu bisa melonjak sangat tinggi.
1. Gojek
Aplikasi Go-Jek merupakan aplikasi yang sudah dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat di Indonesia terutama masyarakat perkotaan yang membutuhkan aksesibilitas yang tinggi.Aplikasi Go-Jek yang merupakan nama dari aplikasinya yaitu Gojek Online merupakan pioneer dalam aplikasi penyedia jasa layanan transportasi online di Indonesia. Aplikasi Go-Jek sudah kompatible untuk seluruh jenis perangkat smartphone saat ini mulai dari iOS, Windows phone, dan juga Android. Pada aplikasi Go-Jek, terdapat beberapa layanan jasa yang dapat digunakan oleh masyarakat seperti Go-Ride yaitu gojek online, Go-Food yaitu layanan pesan-antar (delivery) makanan ke konsumen, Go-Send yaitu layanan pengantaran barang via pengendara Go-Jek, Go-Box yaitu layanan pengiriman barang berbasis container(box). Dengan adanya aplikasi Go-Jek, Masyarakat lebih terbantu dalam hal transportasi karena penggunaan Go-Jek yang sangat sederhana cukup memesan dari smartphone dan dapat mengantarkan kita ke tempat tujuan. Layanan Go-Jek dapat dinikmati di berbagai kota yang tersebar di Indonesia dan kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Jogja, Medan, Makasar, dan Malang.
2. Grab
Aplikasi Grab juga merupakan sebuah perusahaan yang memberikan layanan jasa transportasi berbasis online. Aplikasi ini merupakan keluaran dari perusahaan yang berasal dari Malaisya yang dikenal dengan nama GrabTaxi. Aplikasi ini juga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat bukan hanya cara pemesanannya tetapi juga tarifnya. Namun, saat ini di jakarta layanan jasa transportasi online ini hanya tersedia Grab bike. Sistem pemesanan jasa transportasi dari Grabbike ini memang tidak jauh berbeda dengan aplikasi Go-Jek. Dan, aplikasi ini juga sudah tersedia untuk beberapa perangkat smartphone saat ini yaitu Android, iOS, serta Windows Phone.
3. Uber
Aplikasi ini merupakan aplikasi yang berasal dari Amerika Serikat, Uber hadir di Indonesia pada tahun 2014, Tetapi sepertinya kehadiran aplikasi ini tidak terlalu disukai di tanah air. Pasalnya, aplikasi ini memang tidak terkontrol dengan baik dari pusatnya. Para pengguna dan pelaku jasa bebas mendownload aplikasinya, kemudian menggunakannya. Pelaku jasa seperti pemilik kendaraan bahkan bebas menggunakan kendaraan apapun, yang bahkan ada yang tidak sesuai dengan perundang-undangan jasa transportasi di tanah air. Aplikasi ini juga bisa Anda download pada perangkat gadget Android, iOS, atau pun Windows Phone.
Persaingan antara ketiga startup tersebut semakin sengit pada tahun 2016, GrabTaxi mengubah namanya menjadi Grab dan ketika Go-Jek meluncurkan Go-Food, grab pun ikut meluncurkan aplikasi serupa yang bernama GrabFood. Ketika go-jek membuat fitur Go-pay, Grab pun meluncurkan fitur serupa yaitu GrabPay Credits.
Go-jek, Uber, Grab terus menerus mempertahankan persaingannya sampai sekarang. tetapi berbeda dengan pesaing yang lain, Go-jek mengeluarkan banyak fitur seperti Go-Massage, Go-pulsa, Go-Clean, Go-Med, Go-auto, dan lain sebagainya.
Keberadaan penyedia transportasi online memiliki banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Tarif yang digunakan transportasi online lebih rendah dari tarif bawah tranposrtasi umum berplat kuning sehingga harga transportasi online menjadi murah. Hal tersebut di satu sisi membuat masyarakat beralih ke transportasi online. Namun, di sisi lain, pengemudi layanan umum plat-kuning merasa tertekan dengan adanya kehadiran layanan transportasi online yang mengalihakan mayoritas pengumpang mereka.Hal ini mengakibatkan pendapatan pengemudi tranpsortasi plat kuning menjadi menurun drastis. Selain itu terdapat masalah admistrasi yang dialami oleh beberapa penyedia layanan transportasi online. Salah satunya adalah beberapa layanan transportasi online yaitu Grab dan Uber menanggalkan kewajibnya untuk membayar pajak dan belum memiliki izin usaha sehingga secara administratif hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran.
Masing-masing perusahaan ojek dan taksi online di Indonesia menetapkan tarifnya berdasarkan hitungan harga tertentu per kilometer. Namun, perusahaan biasanya juga memberi harga promo untuk berapa kilometer pertama. Promo itu yang banyak dimanfaatkan warga, terutama untuk layanan ojek online. Harga transportasi online sudah ditentukan sebelum pengguna memesan layanan ini, jadi para pengguna sudah mengetahui harga pastinya, berbeda dengan ojek biasa, ojek biasa tidak menentukan harga pastinya dan bisa saja tukang ojek meninggikan harga sesuai dengan kehendaknya. Namun di sisi lain, transportasi online juga terjadi kenaikan harga pada saat permintaan tinggi, dan kenaikan harga itu bisa melonjak sangat tinggi.
Go-Jek merupakan aplikasi transportasi online yang praktis dan instan. Tingginya animo masyarakat terhadap transportasi membuat beberapa orang melirik gojek sebagai ladang untuk mencari tambahan penghasilan. Tidak hanya itu, beberapa orang menjadikannya menjadi pekerjaan utama secara full time karena dapat menambah pemasukkan secara singkat. Uang yang dikumpulkan dari menarik ojek online dapat digunakan untuk menutup biaya bensin dan kehidupan sehari-hari. Hal inilah mengapa banyak anak muda sekarang menjadikan ojek online sebagai wadah untuk tambahan penghasilan.
Transportasi online juga memberikan banyak keuntungan bagi industri layanan transportasi tersebut. Dengan membangun kemitraan (dengan pemilik kendaraan), perusahaan
bisa menekan cost. Mereka tidak perlu menganggarkan uang untuk perawatan armada dan kendaraan yang dipakai. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya sampai miliaran rupiah. Selain itu, Perusahaan layanan transportasi online dapat menjaring rupiah dari big data.
Perusahaan bisa memanfaatkan data pengguna untuk meraup rupiah. Patut diketahui, pertama kali mengunduh aplikasi taksi atau gojek online ini ke smartphone, Anda harus mendaftarkan identitas Anda, nomor telepon, alamat email, dan sebagainya. Nah, data ini adalah aset yang bisa dimanfaatkan perusahaan. Biasa disebut Big data. Data yang didapatkan dari konsumen dapat dipakai pihak yang berniat melakukan riset pasar, berpromosi, bahkan riset politik sekalipun. Untuk mendapatkan data-data tersebut tidaklah gratis . Namun, lebih murah membeli data dari pemilik gudang data daripada mengumpulkan data sendiri. Terakhir, perusahaan penyedian layanan transportasi online dapat menggunakan applikasi onlinenya untuk iklan.
Dengan jumlah pengguna yang sangat banyak, hal ini akan menjadi potensi untuk dijadikan sasaran iklan dari berbagai macam produk tertentu untuk segala kalangan masyarakat.
Perusahaan bisa memanfaatkan data pengguna untuk meraup rupiah. Patut diketahui, pertama kali mengunduh aplikasi taksi atau gojek online ini ke smartphone, Anda harus mendaftarkan identitas Anda, nomor telepon, alamat email, dan sebagainya. Nah, data ini adalah aset yang bisa dimanfaatkan perusahaan. Biasa disebut Big data. Data yang didapatkan dari konsumen dapat dipakai pihak yang berniat melakukan riset pasar, berpromosi, bahkan riset politik sekalipun. Untuk mendapatkan data-data tersebut tidaklah gratis . Namun, lebih murah membeli data dari pemilik gudang data daripada mengumpulkan data sendiri. Terakhir, perusahaan penyedian layanan transportasi online dapat menggunakan applikasi onlinenya untuk iklan.
Dengan jumlah pengguna yang sangat banyak, hal ini akan menjadi potensi untuk dijadikan sasaran iklan dari berbagai macam produk tertentu untuk segala kalangan masyarakat.
Keberadaan layanan transportasi online memiliki banyak manfaat, namun disamping itu layanan transportasi online juga memiliki dampak yang merugikan bagi sebagian orang. Adanya layanan online seharusnya memiliki izin dan mematuhi obligasi berupa pembayaran pajak kepada pihak pemerintah untuk memenuhi administrasi.
referensi:
"https://arenalte.com/berita/industri/manfaat-layanan-transportasi-online/" diakses pada 4 Oktober 2017 pukul 11.49
"https://segiempat.com/tekno/tech-news/10-aplikasi-smartphone-untuk-jasa-transportasi-online-indonesia/" diakses pada 4 Oktober 2017 pukul 11. 15
"http://megapolitan.kompas.com/read/2016/03/15/08481281/Untung.dan.Rugi.Keberadaan.Layanan.Transportasi.Berbasis.Aplikasi" diakses pada 4 Oktober 2017 pukul 11.16
Kelas STI-A
Anggota Kelompok
Edwin Hilmar A 05111740000145
Arini Indah Nur Fuadah 05111740007003
Rama Romadhon 05111740007009
Komentar
Posting Komentar